Kamis, 09 April 2009

Siaran Pendidikan Interaktif untuk siswa SD, SMP, SMA dan SMK dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Semester

Berdasarkan surat Kepala Pustekkom Depdiknas tanggal 3 Maret 2009 Nomor : 0432/A.11/TP/2009 perihal seperti di atas dengan ini kami sampaikan bahwa Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas, setiap tahun melalui Televisi Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas, setiap tahun melalui Televisi Edukasi (TVE) menyelenggarakan Siaran Pendidikan Interaktif untuk siswa SD, SMP, SMA dan SMK dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Semester. Melalui Siaran Pendidikan Interaktif ini pemirsa dapat Berinteraksi langsung dengan para narasumber di studio melalui layanan telepon bebas pulsa 08001403046.

Siaran Pendidikan Interaktif untuk persiapan Ujian Nasional 2009 ditayangkan setiap Senin-Jumat mulai Januari-April 2009, pukul 13.00 – 17.00 WIB. Sedangkan Siaran Pendidikan Interaktif Untuk Persiapan Ujian Semester ditayangkan setiap Senin-Kamis, mulai Mei-Nopember 2009, Pukul 14.00 – 17.00 WIB.

Siaran tersebut dapat diakses melalui :

Parabola yang diarahkan ke Satelit Telkom 1, Frekuensi siaran 3785 Mhz.

1. TVE Streaming melalui saluran Jardiknas dengan alamat : http ://118.98.223.34.

2. TV lokal yang bermitra dengan TVE atau mengakses http://www.mitratve.com.

3. TVRI Program Nasional pada pukul 07.00-08.00 WIB dan pukul 14.00-15.00 WIB.



sumber:http://disdikpora.baliprov.go.id/2009/siaran-pendidikan-interaktif-untuk-siswa-sd-smp-sma-dan-smk-dalam-rangka-persiapan-menghadapi-ujian-nasional-dan-ujian-semester/

Penyuluhan dan Penyebaran Informasi Program SMK tahun 2009

Penyuluhan dan Penyebaran Informasi Program SMK tahun 2009 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi ,didampingi Kepala Bidang Sekolah Menengah dan Kepala Bidang PPMPTK tanggal 3 April 2009 bertempat di Hotel nusa Indah Denpasa.

Peserta Penyuluhan dan Penyebaran Program SMK diikuti oleh Kepala Sekolah SMK Negeri/Swasta se-Bali yang berjumlah 118 Orang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan dan Infprmasi dari masing-masing peserta ,sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun program kerja dalam pengelolan Manajemen SMK. Dismping itu juga sebagai kesempatan untuk menyampaikan beberapa Kebijakan Program pengembangan SMK untuk masa mendatang sejalan dengan perkembangan dan tuntutan jaman.


Kepala Dinas Dikpora Bali dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik dan positip dilaksanakan, sehubungan dengan penyampaian beberapa Strategi Dasar yakni ;

  1. Peningkatan akses pendidikan.

Target 5 tahun ke depan : tahun 2009 s/d 2013 diharapkan perbandingan antara murid SMA dan SMK adalah 60 % anak-anak cendrung masuk SMK ; dan 40 % anak –anak cendrung masuk SMK. Akan tetapi penegasan Kadis Dikpora Bali untuk Bali,diharapkan perbandingannya sama yakni 50 % : 50 %.

Sehububgan dengan hal tersebut sudah tentu harus kita dituntut untuk melakukan upaya kearah itu , khususnya untuk SMK yakni :

a. Menambah/meningkatkan daya serap anak SMK.

b. Penambahan ruang klas baru.

c. Penambahan Ship.

d. Menambah /membangun Sekolah baru.

  1. Peningkatan Mutu Pendidikan.

Terhadap mutu pendidikan di SMK sebagian masyarakat menilai lulusan SMK sama dengan Sekolah umum.

Untuk menciptakan pencitraan publik maka mutu lulusan seyogyanya ditingkatkan. Indikator dari suatu lulusan yang bermutu,mestinya diukur dari seberapa banyak lulusan SMK bisa memasuki/terserap di dunia kerja.

Suatu lulusan untuk dapat diakui bermutu,maka dibutuhkan keunggulan pokasi,memberikan pengetahuan bahasa Inggris yang memadai dan mempunyai kualitas kompetitif. Suatu contoh anak-anak kita kalau dilihat dari segi akademis cukup lumayan nilainya,namun jika mereka bekerja dan magang diluar Negeri /di sebuah Hotel kelemahannya adalah dalam segi berbahasa asing.

Selanjutnya Kepala Dinas Dikpora Bali ,menyampaikan kepada peserta agar Kepala Sekolah memotivasi anak-anak untuk belajar dan memperdalam bahasa Inggris dengan cara :

a optimalkan fungsi internet.

Kedepan diharapkan semua SMK memiliki jaringan internet.

b. Para guru untuk dilatih bisa aktip membuka Internet.

Dihadapan peserta penyuluhan Kepala Dinas Dikpora Bali,minta agar dapat memberikan masukan berupa pemikiran-pemikiran yang dibutuhkan guna pengembangan SMK. Hal-hal yang baik mari kita repitalisasikan dan hal yang kurang cocok mari kita tinggalkan.

Demikian yang dapat kami informasikan.


sumber:http://disdikpora.baliprov.go.id/2009/penyuluhan-dan-penyebaran-informasi-program-smk-tahun-2009/

Bank Dunia Dukung Pendidikan Dasar

Jakarta, RMexpose. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, masih tergolong dalam posisi transisi. Berbeda dari daerah lain yang sudah ‘matang’ dan tak ada masalah pendidikan dan kesehatan, Minut masih menyimpan persoalan pendidikan.

Oleh karena itulah World Bank (Bank Dunia) memasukkan daerah pemekaran dari Kabupaten Minahasa ini ke dalam program PNPM Generasi Sehat dan Cerdas. Minut menetapkan Desa Tumaluntung sebagai desa percontohan program yang didanai Bank Dunia.

PNPM Generasi Sehat dan Cerdas adalah program percontohan inovatif yang dimaksudkan mempercepat tercapainya tiga tujuan dari Millenium Development Goals, yakni: mencapai pendidikan dasar untuk semua, menurunkan angka kematian balita, dan meningkatkan kesehatan ibu.

Desa Tumaluntung sebagai peserta PNPM Generasi Sehat dan Cerdas bertekad untuk meningkatkan indikator-indikator kesehatan dan pendidikan dasar dengan menggunakan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tahunan sebesar rata rata Rp 79.800.000 di tiap desa.

Fasilitator terlatih di Desa Tumaluntung, Marcel membantu penduduk desa melaksanakan proses perencanaan partisipatoris dan membantu mereka mengidentifikasi serta mencari pemecahan masalah lokal. Di desa itu masalah yang ada adalah banyak murid SD kelas dua dan tiga, bahkan kelas empat ternyata belum bisa baca-tulis.

‘’Kalau pun bias membaca, tidak lancar sehingga mereka minder. Kalau tidak ditangani, lama-lama mereka berjhenti sekolah karena malu diledek teman-temannya,’’ kata Marcel.

Maka berkat dukungan dana dari Bank Dunia itulah diadakan ‘kelas tambahan’ setelah jam sekolah formal.

Bertempat di Posko-Sekretariat PNPM Generasi Sehat dan Cerdas di Desa Tumaluntung, kegiatan belajar dilakukan oleh guru honorer yang diambil dari guru SDN setempat. Selaoin itu kegiatan Posyandu juga dilakukan di situ.





sumber:http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/COUNTRIES/EASTASIAPACIFICEXT/INDONESIAINBAHASAEXTN/0,,contentMDK:21903706~pagePK:1497618~piPK:217854~theSitePK:447244,00.html

Kualitas Pendidikan Dasar: Pandangan Para Penyelenggara Dan Konsumen Pendidikan di DKI Jakarta

Penulis: Murniati Agustian dan Susy Y.R Sanie


Kualitas pendidikan kita masih rendah tetapi upaya yang telah dilakukan belum juga mencapai kualitas yang diharapkan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, perlu ada nya standar kualitas pendidikan yang dipahami secara bersama oleh stakeholder. Penelitian ini mencoba untuk menggali pandangan stakeholder tentang kualitas pendidikan dasar, upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas, kendala yang dihadapi dan harapan untuk pendidikan dasar berkualitas. Metode yang dilakukan dengan memilih 6 sekolah dari daerah terkaya, sedang dan termiskin di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Teknik pengumpulan data, FGD dengan para kepala sekolah, pengawas, guru dan orang tua murid. Wawancara mendalam dilakukan kepada pakar dan aktivis pendidikan.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semua stakeholder sepakat bahwa kualitas pendidikan dasar masih perlu ditingkatkan. Kualitas itu sendiri dapat dilihat dari outputnya yaitu peserta didik yang mampu mengembangkan pikiran, kreatifitasnya, dan kemandirian sebagai dasar untuk memasuki jejang pendidikan dan kehidupan lebih lanjut. Sehingga SD yang dianggap bermutu adalah jika proses pendidikan yang dilaksanakan, fasiltas yang tersedia, dan guru yang menjadi pelaksananya mampu menghasilkan lulusan seperti yang diharapkan. Kenyataannya semua stakeholder sependapat bahwa kualitas guru masih kurang. Indikator lain tentang SD bermutu adalah SD yang mampu membangun kerjasama dengan orang tua murid. Namun dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan itu masing-masing pihak melakukan upaya yang tidak terkoordinasi searah dengan tujuan bersama yang ingin dicapai sehingga kualitas pendidikan dasar dianggap masih belum tercapai. Kendala yang dihadapi para stakeholder terutama karena kebijakan yang bersifat parsial yang hanya menyentuh aspek tertentu saja, selain itu kebijakan yang terlalu sering berganti sebelum sempat dilaksanakan secara tuntas oleh para stakeholder di lapangan. Berbagai harapan terungkap dalam penelitian ini, yang semua bermuara agar kualitas pendidikan dasar dapat ditingkat.

sumber:http://www.atmajaya.ac.id/content.asp?f=13&id=3095

Pendidikan Dasar Wanadri Terbitkan Diktat Komprehensif

BANDUNG – Kelompok pendaki gunung dan petualangan tertua Indonesia, Wanadri kembali membuka pendidikan anggota baru. Sebanyak 61 orang mengikuti kegiatan pendidikan yang sejak Senin (3/1) berlangsung di Situ Lembang, Bandung. Dalam rangka kegiatan tersebut badan pendidikan dan latihan Wanadri yang kegiatannya disebut Pendidikan Dasar Wanadri (PDW) dipimpin H. Hendricus Mutter menerbitkan diktat kegiatan alam terbuka yang komprehensif.
Diktat Pendidikan Dasar Wanadri disusun dalam format buku standar, setengah ukuran kertas A4. Terbagi dalam 12 bab, dengan lampiran tambahan mencakup seluruh kegiatan untuk melakukan perjalanan di alam terbuka. Disunting oleh Arif Djohan Pahlawan dengan dibantu lima penyusun. Selain navigasi dan pengenalan medan, diktat ini dilengkapi dengan pengetahuan dasar mengenai penelusuran sungai yang disebut olahraga arus deras (orad) dan pendakian tebing atau panjat tebing. Juga terdapat bagian mengenai botani dan zoologi serta pengetahuan praktis penyelamatan atau explore search and rescue.
Kelebihan buku ini dibandingkan terbitan lainnya adalah dari ukurannya serta penjilidan yang menggunakan kertas tebal. Buku ini dapat dikemas untuk dibawa oleh para siswa PDW ke lapangan. Ilustrasi yang banyak, walau masih mencomot dari berbagai penerbitan, sangat membantu dalam memahami teknik hidup di alam terbuka.
Berbeda dengan tahun-tahun lewat, buku panduan bagi siswa PDW merupakan buku yang dicap rahasia. Ini mengingat bahwa pengetahuan yang tercantum tanpa dijelaskan instruktur yang handal bisa disalahartikan. Memang berbagai pengetahuan yang tertera dalam diktat merupakan kegiatan yang memiliki risiko. Dan dalam diktat ini pun dicantumkan agar pemanfaatnya dibantu oleh instruktur berpengalaman.

Peserta
Para siswa PDW yang terdiri dari satu perempuan dan sisanya laki-laki berada di Situ Lembang selama 10 hari sampai tanggal 11 Januari. Menurut rencana mereka akan berpindah ke daerah Citarum untuk menekuni orad dan juga panjat tebing di Citatah. ”Rombongan akan dibagi bergantian, dan yang ikut panjat tebing akan diangkut truk ke Citatah,” demikian penjelasan Hendricus Mutter anggota dari angkatan Rawa Laut dengan nomor W 381 RL.
PDW berlangsung di lapangan selama satu bulan. Berawal dari perjalanan mendaki Tangkuban Perahu untuk turun ke Situ Lembang. Di daerah latihan komando ini siswa PDW pun melaksanakan pelatihan dengan tata tertib yang mengikuti kebiasaan di sana. Penggemblengan fisik serta mental ini guna mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan yang sudah sejak 40 tahun lalu dihadapi organisasi kegiatan alam terbuka tertua di Indonesia.
Bahkan kini pun terjadi dilema ketika sebagian anggota Wanadri menjadi relawan di Aceh. Sempat dipertanyakan mengapa para instruktur yang merupakan anggota berkualitas dari Wanadri tidak membantu ke Aceh. Ini dijelaskan Hendricus Mutter bahwa pelatihan yang sudah direncanakan setahun lalu ini terpaksa diteruskan mengingat organisasi membutuhkan anggota baru. ”Saya ibaratkan tugas ini seperti membantu melahirkan bayi yang harus terus berlangsung walau dalam keadaan musibah.” (SH/adiseno)

sumber:http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2005/0105/hob2.html

Tangerang Terapkan Pendidikan Dasar dengan Metode Tematik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Tangerang mencanangkan tahun 2005 sebagai tahun Sekolah Dasar (SD). Pencanangan program berbasis pendidikan sekolah dasar ini telah diawali dengan menyelenggarakan penggunaan bahan ajar tematik yang merupakan implementasi dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK). "Untuk sementara bahan ajar tematik ini akan diberlakukan di 181 SD inti yang ada di Kabupaten Tangerang," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar Kepada Tempo usai peletakan batu pertama SMK Negeri Mauk.

Menurut Iman, bahan pelajaran Tematik merupakan program belajar mengajar. Sistem ini menerapkan antara teori dan
praktek langsung dilakukan oleh siswa. "Guru mengajar secara bertema dan langsung diimlementasikan oleh siswa,
Tangerang boleh berbangga, karena ini yang pertama kali di Indonesia," kata Iman.

Sejauh ini, kata Iman, pendidikan dasar di Indonesia tidak mendidik secara dasar. "Kebanyakan orang berpikir, di SD
itu hanya cukup bisa membaca, berhitung dan menulis, padahal justru di SD inilah pondasi, dasar pendidikan harus dikembangkan dan ditanamkan ke setiap siswa".

Menurut Iman, program ini, akan menghemat biaya pendidikan sekecil mungkin." Setiap siswa akan memegang modul yang sama dengan guru pengajar dan berlaku hingga enam tahun kedepan". Ide ini muncul dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Balaraja, tersusun buku bahan ajar tematik khusus bagi anak kelas 1.

Setelah bekerja selama satu tahun, tim yang terdiri dari para tenaga didik yang berada dalam pengarahan asisten
Dirjen Pendidikan Dasar, Menengah dan Kejuruan Dr Hari Suderadjat, akhirnya dapat menyelesaikan penyusunan buku
bahan ajar tersebut. Tindak lanjut yang dilakukan setelah acara peluncuran buku yang dibuka Bupati Kabupaten
Tangerang Ismet Iskandar pada Jumat (26/11) lalu di SDN Batan Indah Cisauk adalah mensosialisasikan buku tersebut
pada SD yang ada di Kabupaten Tangerang.

Secara terpisah, Kepala Sub Bagian Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Arsyad Husein, mengatakan penerapan sosialisasi buku bahan ajar ini akan dimulai pada tahun depan. Hal ini berhubungan dengan semester gasal yang akan segera berakhir pada akhir tahun ini. Sehingga penggunaan buku yang telah disesuaikan dengan
kurikulum 2004 tersebut baru akan digunakan setelah memasuki semester baru (genap) tahun depan.

Arsyad mengemukakan bahwa bahan ajar yang baru ada satu-satunya di Indonesia ini tidak diperjualbelikan. Semua pelajar diberi kesempatan menggunakan buku bahan ajar dengan cuma-cuma. "Akan tetapi, untuk kali ini buku tersebut baru dapat digunakan untuk 181 Sekolah Inti yang ada di kabupaten Tangerang," jelas Arsyad.

Peluncuran buku bahan ajar tematik ini tidak berhenti sampai di sini saja. Akan tetapi akan terus dikaji ulang. Selain sebagai upaya menyempurnakan buku tersebut, bahan ajar tersebut juga merupakan langkah awal bagi pengembangan kelas selanjutnya. "Apabila penyempurnaan terus dilaukan secara berkesinambungan maka tidak menutup kemungkinan buku ini akan menjadi salah satu aset nasional dalam rangka kurikulum basis kompetensi(KBK), tandas
Arsyad.

sumber:http://www.tempo.co.id/hg/jakarta/2004/12/01/brk,20041201-24,id.html

Kebutuhan Infrastruktur Pendidikan Dasar Rp 17 Triliun

JAKARTA, KOMPAS--Jumlah dana yang diperlukan untuk membangun infrastruktur pendidikan dasar di seluruh Indonesia mencapai Rp 17 triliun. Pemerintah mengharapkan adanya perhatian dari negara-negara donor untuk memberikan anggaran yang lebih besar untuk membangun fasilitas pendidikan dasar itu.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Prof Suyanto mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri acara Penandatanganan Penukaran Utang (Debt Swap) antara pemerintah Indonesia dan Jerman di Jakarta, Senin (18/12).

Menurut Suyanto, pengembangan infrastruktur pendidikan dasar dan menengah menjadi sasaran utama karena pemerintah Indonesia dikejar oleh target penyelesaian program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Program tersebut harus diselesaikan hingga tahun 2009.

"Kalau Program itu tidak tuntas, maka Indonesia akan terkucilkan dengan negara lain. Kita harus meningkatkan kapasitas pendidikan itu. Dengan adanya debt swap tersebut sangat membantu dalam menyediakan dana infrastruktur," katanya.



sumber:https://64.203.71.11/ver1/Dikbud/0612/18/120004.htm